Dinas PUPR Tulungagung Prioritaskan DBHCHT 2025 untuk Pemeliharaan Jalan Kendalbulur–Gesikan
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung memastikan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2025 akan dimanfaatkan untuk pemeliharaan berkala ruas Jalan Kendalbulur–Gesikan di Kecamatan Boyolangu. Kebijakan ini menjadi program prioritas guna mendukung akses menuju pusat industri serta perkebunan tembakau di wilayah setempat.
Plt Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Agus Sulistiyono, ST., MT, menjelaskan bahwa pemanfaatan DBHCHT telah diarahkan sesuai kebijakan pemerintah pusat untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, terutama sektor pertanian tembakau.
“Alokasi DBHCHT digunakan untuk kegiatan yang mendukung pusat industri tembakau. Salah satunya pemeliharaan berkala ruas Jalan Kendalbulur–Gesikan,” ujar Agus, Kamis (06/11/2025).
Agus menerangkan bahwa penggunaan DBHCHT mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 215/PMK.07/2021, yang kemudian diperbarui melalui PMK Nomor 72/PMK.07/2024. Berdasarkan regulasi tersebut, hingga 50 persen DBHCHT diprioritaskan bagi program pemulihan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi petani tembakau dan buruh rokok.
“Salah satu kegiatan yang dapat didanai adalah pemeliharaan jalan pertanian. Infrastruktur jalan sangat penting untuk menunjang aktivitas pertanian dan distribusi hasil panen,” jelasnya.
Pemeliharaan ruas Jalan Kendalbulur–Gesikan akan dilakukan sepanjang 1.387 meter dengan lebar 4,5 meter. Kegiatan tersebut menggunakan pagu anggaran sebesar Rp 3 miliar bersumber dari DBHCHT Tahun Anggaran 2025. Pemerintah menargetkan pekerjaan proyek dapat dilaksanakan secara optimal agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.
Agus menegaskan bahwa peningkatan kualitas jalan di kawasan tersebut diharapkan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga, terutama petani tembakau.
“Dengan akses jalan yang bagus dan terawat, distribusi panen bisa lebih lancar dan efisien. Ini otomatis mengurangi biaya operasional petani dan meningkatkan produktivitas ekonomi,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa infrastruktur yang memadai merupakan salah satu faktor penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat dari dan menuju sentra industri.
Posting Komentar