Abaikan Standar K3, Proyek Revitalisasi SMPN 4 Tulungagung Disorot: Pihak Sekolah Pastikan Penggunaan APD Dibenahi

Abaikan Standar K3, Proyek Revitalisasi SMPN 4 Tulungagung Disorot: Pihak Sekolah Pastikan Penggunaan APD Dibenahi

Tulungagung,-Proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMPN 4 Tulungagung menjadi sorotan setelah awak media menemukan dugaan kelalaian penerapan standar keselamatan kerja (K3) di area pembangunan. Meski papan peringatan “Area Berbahaya” telah terpasang, sejumlah pekerja terlihat tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti helm keselamatan dan sepatu boot.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan para pekerja maupun warga sekolah yang beraktivitas di sekitar lokasi proyek.

Menanggapi temuan itu, PLT Kepala SMPN 4 Tulungagung, Hari Suci Falidiyanto, memberikan penjelasan dan memastikan pihak sekolah segera melakukan pembenahan.
“Ya, diperbaiki. Tukang-tukang nanti kami minta memakai APD, Mas. Karena nanti juga ada visitasi dari kejaksaan,” ujarnya kepada awak media, Kamis (11/12/2025).

Pihak sekolah menegaskan telah meminta pelaksana pekerjaan untuk mematuhi standar keselamatan kerja sesuai ketentuan yang berlaku, mengingat proyek ini berada di lingkungan pendidikan yang harus dijaga keamanannya.

Proyek tersebut merupakan bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di bawah Direktorat SMP, Ditjen PAUD Dikdasmen, Kemendikbudristek, dengan rincian:

Nama Kegiatan: Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025,
Nama Pekerjaan: Revitalisasi Satuan Pendidikan SMPN 4 Tulungagung,
Jumlah Dana: Rp 585.545.000,00,
Sumber Dana: APBN Tahun Anggaran 2025,
Pelaksana: Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP),
Waktu Pelaksanaan: 25 September 2025 – 24 Desember 2025 (90 hari kalender).

Meski nilai anggaran mencapai ratusan juta rupiah, pengawasan terhadap penerapan K3 di lapangan dinilai masih lemah. Visitasi kejaksaan yang disebutkan pihak sekolah diperkirakan berkaitan dengan pemantauan pelaksanaan proyek dan kepatuhan terhadap aturan penggunaan anggaran pemerintah.

Awak media masih terus melakukan pemantauan dan menunggu penjelasan resmi dari pihak pelaksana terkait komitmen penerapan keselamatan kerja di proyek tersebut. (Indra widjaya)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama